College vs. The Real World

worth read

The Unknowledge Tree

It’s been a little over a year since I graduated college.  After spending seven years in four different institutions of higher learning, you could say that I am a college expert.  After spending one year in the “real world”, you could say that I never want to be a real world expert.  This place SUCKS.  For those of you who are in the same boat as myself, this is old news.  College did nothing to prepare me for this, but would I have really wanted it to?  Hell no.  I loved having no responsibilities, and wouldn’t have done it any other way.  That being said, I would like to justify my feeling of college superiority by making a list, which you will now read, you beautiful person, you.  That’s right, I’m talking to you.

I. Responsibilities:

  • Real World – Pay bills and rent myself on time by writing a check.  If I…

Lihat pos aslinya 301 kata lagi

Baca melulu, Kapan nulisnya?

Ketika saya pertama kali ke jogja 7 tahun lalu, saya cukup kagum dengan tulisan tulisan dipinggir jalan, tulisan itu berbunyi “Jam belajar Masyarakat” dan saya lebih kagum lagi karena banyak sekali koran dipajang layaknya majalah dinding di depan kantor atau di dekat poskamling atau di tempat umum,Koran ini setiap hari di ganti jadi bisa dipastikan berita selalu baru.

Kota ini memang cukup tinggi dalam hal budaya membaca, namun, bagaimana dengan menulis? saya belum tahu, saya masih ingat ketika saya SMA, Guru bahasa indonesia lebih sering mengajar teori bahasa ketimbang praktek berbahasa secara tertulis, sangat jarang ada tugas mengarang, membuat puisi, cerpen, ataupun karya ilmiah.
Membaca adalah hobi yang bagus, tapi sadar tidak sadar, maka kalau kita hanya membaca, kita sama saja terus menerus menjadi konsumen informasi, kenapa kita tidak menekankan gerakan membaca dan menulis secara adil, kebanyakan acara pameran buku atau slogan cuman bertuliskan “Gerakan gemar membaca” ” Mari budayakan membaca” dan sejenisnya. dimana Gerakan menulis?

Media untuk menulis
Jangan heran kalau iip dalam tulisannya di Koran pernah mengatakan bahwa Penulis adalah Mahluk yang hampir punah. Pertanyaan selanjutya mungkin masalah media, dimana mau menulis? Menulis bisa dimana saja, masih ingat waktu kecil, kita mencorete dinding, meja, papan apa saja..kenapa tidak bertahan sampai sekarang, kita bisa menulis di diary, buku catatatan atau yang terbaru, bLog, blog mempunyai kelebihan dimana kita tidak hanya menulis tapi sekaligus mempublikasikannya kedunia.

Apa yang ditulis
Kebanyakan orang yang tidak terbiasa menulis akan bertanya, saya mau nulis apa? padahal apa saja bisa menjadi bahan tulisan, dari pengalaman pribadi, keahlian, hobi, tutorial apa saja yang anda suka, jangan menulis copy paste dari artikel lain atau menulis yang tidak anda suka, dan yang lebih penting adalah menulislah dimana tulisan anda akan memberi manfaat bagi orang lain.

Jika “harimau mati meninggalkan belang,Maka manusia mati meninggalkan karya”, maka berkaryalah dari sekarang, karena dengan karya, nama kita akan terus dikenang, bukan hanya oleh orang dekat kita, tapi oleh setiap orang yang mendapat manfaat dari karya kita, salah satu cara berkarya dengan menulis tentunya , met menulis…!

Tontonan keren di akhir tahun 2011

Tinggal dua bulan lagi dan kita meloncat ke tahun 2012, nah di akhir tahun ini, film film keren juga akan menemani kita di akhir tahun, nih film filmnya

1. The Tree Musketer

2. The Real Steel

3. Mission Imposible 4

4. Tin tin The secret of unicorn

5. Sherlock Holmes 2: Game of Shadow

6 War horse

7. Girl With The Dragon Tatto

Bohong dan Permintaan maaf

Suatu kisah, ada seoarang anak yang hidup bersama ibunya, ibunya adalah seorang yang menginginkan anaknya menjadi anak yang jujur, baik dan tidak menyepelekan orang lain. Si anak sendiri adalah orang yang suka membuat kesalahan, permasalahannya, anaknya selalu berfikir ” ah kalau saya salah karena saya membohongi ibuku, saya kan tinggal minta maaf”, dia tahu ibunya adalah orang yang sabar dan pemaaf.

hari terus berlalu dan ketika anaknya salah, lalu si ibu memaafkannya, dan sianak pun terus membuat kebohongan dan kesalahan karena ibunya pasti akan memaafkannya.

Suatu malam, dia bermain main api di dekat rumah kayu yang mereka tempati, sebuah rumah kecil untuk hidup mereka berdua, ibunya sudah sering melarang jangan bermain api didekat rumah karena itu berbahaya, tapi sianak selalu berfikir, ah pun nanti ibu akan memaafkanku..maka dimalam itu, saat bermain api, anak tadi ketiduran di luar rumahnya, kareena tidak kuat menahan kantuk akhirnya anak tadi tertidur… dan …Api menjalar ke rumah dan akhirnya seluruh rumah terbakar….

ketika dia terbangun karena teriakan warga “kebakaran….kebakaran..” dia sadar bahwa ibunya ada dialam rumah..dan Ibunya akhirnya ikut terbakar bersama rumahnya, ia gagal diselamatkan….!”

Si anak sadar, bahwa tidak mungkin lagi dia mengucapkan maaf…dan lebih penting lagi..dia tidak mungkin bertemu ibunya lagi…dia tersadar..bahwa tidak segala sesuatu bisa dilakukan dengan “Saya minta maaf”…KARENA ADA SAAT KATA “MAAF” TIDAK BISA BERMANFAAT LAGI!