Review Shutter Island

“Shutter Island. A film that will make you question your own sanity. A film that will leave you breathless. A film that has re-ignited the thriller genre. A film that will leave you, and the main character, searching for answers.”

–review IMDB user

Shutter Island adalah film Psikologi thriller misteri yang bener bener bagus, Film ini berkisah tentang dua orang marshal yang menuju Pulau yang dihuni oleh para orang gila dan psikopat yang mengalami gangguan jiwa berat, umumnya para psikopat ini adalah seorang pembunuh.

Marshal yang dikirim kesini adalah Teddy daniels (Leonardo di caprio) dan Chuck Aule. Keduanya menyelidiki hilangnya seorang Psikopat yang membunuh tiga anaknya. Mereka menemukan bukti baru bahwa tempat itu tidak dihuni oleh 66 Orang tapi 67 orang, bukti ini didapat dari kertas pesan yang ditinggalkan oleh Rachel, psikopat yang melarikand diri. Rachel adalah psikopat yang membunuh 3 anaknya sendiri dengan cara menenggelamkannya di Danau.

Cerita menjadi menarik karena dari sisi pandang Teddy  banyak hal rahasia yang disembunyikan di shutter island, termasuk percobaan oleh para dokter dalam membuat obat yang berhubungan dengan otak. Saya sampai sini sebenarnya bingung, karena cerita tambah kompleks,

Tidak seperti biasanya, dalam Review ini akan saya beri spoiler jalannya cerita, namun yang menarik, cerita dalam film ini ada dua sudut pandang, dari mana anda memandang terserah anda, apakah dari sisi dokter atau dari sisi si Marshal.

Pandangan dari sisi marshal.

Dia adalah seorang marshal yang ditugaskan untuk mencari psikopat yang hilang, dia menyadari banyak hal ganjil di pulau itu, termasuk para dokter dan pekerja di shutter island yang seakan akan menyembunyikan sesuatu. Dia mempunyai rekan bernama chuck. Teddy punya masa lalu yang gelap, dalam ingatannya istrinya meninggal karena rumahnya dibakar oleh penjaga rumahnya sendiri.

Teddy l ini diberi obat oleh dokter agar menjadi gila dan akhirnya dia memang menjadi Gila, hal ini dilakukan dokter agar percobaan percobaan yang menggunakan psikopat ini tidak diketahui oleh dunia luar, si dokter membuat teddy  gila dengan cara memberi obat sakit kepala , rokok dan makanan yang membuat si Teddy mengalami halusinasi. di akhir cerita si dokter berhasil membuat Teddy gila dan dokter meyakinkan teddy bahwa pasien ke 67 adalah si Teddy sendiri.

Chuck, yang di anggap tedy adalah rekan, ternyata adalah dokter di shutter island yang menjebak teddy agar menyelidiki kasus dipulau itu yang akhirnya malah membuat teddy berhasil di “Gila” kan oleh dokter tersebut.

Pandangan dari sisi dokter

Teddy dari awal adalah psikopat /pasien di shutter island yang kambuhan, chuck yang sebenarnya dokter menjemput teddy agar kembali kepulau itu dengan cara menyamar menjadi rekan kerja Teddy. Karena teddy adalah seorang pasien yang jenius dan para dokter berusaha menyembuhkan teddy, mereka membuat “Sekenario” dengan cara membuat kasus hilangnya pasien yang membunuh 3 orang anaknya sendiri ( yang sebenarnya membunuh 3 orang anaknya adalah istri teddy , dolores, lalu teddy yang membunuh dolores akhirnya teddy menjadi Gila).

Si dokter membuat skenario buat teddy agar dia menyadari bahwa dialah pasien ke 67, bahwa dia yang membunuh istrinya karena istrinya membunuh 3 anaknya dan chuck adalah dokter pribadi dari teddy. Skenerio ini diharapkan dokter agar si teddy sadar. Walaupun di akhir cerita teddy tetap gila.

Nah dari 2 sisi pandang tersebut, menurut anda mana yang benar? tentunya anda lihat dulu filmnya sebelum menjawab, siap siap pusing melihat film ini,, karena film ini justru membuat anda ikut gila dan seakan akan andalah yang dibuat gila. suer, film keren yang akhirnya saya tahu jawabannya setelah baca artikel di internet.

selamat menikmati film ini, bagi anda yang suka permainan psikologi dan suka misteri, pasti suka dengan film ini, saya sendiri menyadari bahwa film ini bagus setelah film selesai, mikir 1/2 jam yang bener si dokter atau si teddy dan membaca review di wikipedia. Dan ternyata memang dari sisi pandang si *********** lah  yang benar, CLue ini ada di akhir cerita film.

Sebagai catatan, jika anda ingin mendapatkan hiburan dalam film ini, maka anda salah memilih film, namun jika anda mencoba menguji psikologi dan pikiran di film ini, film ini cocok bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s