Bohong dan Permintaan maaf

Suatu kisah, ada seoarang anak yang hidup bersama ibunya, ibunya adalah seorang yang menginginkan anaknya menjadi anak yang jujur, baik dan tidak menyepelekan orang lain. Si anak sendiri adalah orang yang suka membuat kesalahan, permasalahannya, anaknya selalu berfikir ” ah kalau saya salah karena saya membohongi ibuku, saya kan tinggal minta maaf”, dia tahu ibunya adalah orang yang sabar dan pemaaf.

hari terus berlalu dan ketika anaknya salah, lalu si ibu memaafkannya, dan sianak pun terus membuat kebohongan dan kesalahan karena ibunya pasti akan memaafkannya.

Suatu malam, dia bermain main api di dekat rumah kayu yang mereka tempati, sebuah rumah kecil untuk hidup mereka berdua, ibunya sudah sering melarang jangan bermain api didekat rumah karena itu berbahaya, tapi sianak selalu berfikir, ah pun nanti ibu akan memaafkanku..maka dimalam itu, saat bermain api, anak tadi ketiduran di luar rumahnya, kareena tidak kuat menahan kantuk akhirnya anak tadi tertidur… dan …Api menjalar ke rumah dan akhirnya seluruh rumah terbakar….

ketika dia terbangun karena teriakan warga “kebakaran….kebakaran..” dia sadar bahwa ibunya ada dialam rumah..dan Ibunya akhirnya ikut terbakar bersama rumahnya, ia gagal diselamatkan….!”

Si anak sadar, bahwa tidak mungkin lagi dia mengucapkan maaf…dan lebih penting lagi..dia tidak mungkin bertemu ibunya lagi…dia tersadar..bahwa tidak segala sesuatu bisa dilakukan dengan “Saya minta maaf”…KARENA ADA SAAT KATA “MAAF” TIDAK BISA BERMANFAAT LAGI!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s